PRINGSEWU – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPM-P) menggelar kegiatan "Pelatihan Operator Smart Village Se-Kabupaten Pringsewu" tahun 2025.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini mengusung tema strategis: "Pengelolaan dan Integrasi Sistem Informasi Desa untuk Mewujudkan Satu Data Kabupaten Pringsewu". Pelatihan ini ditujukan untuk membekali para operator pekon (desa) dengan keterampilan teknis dalam mengelola data digital yang akurat dan terintegrasi.
Menuju Tata Kelola Data yang Terintegrasi
Poin utama dari pelatihan ini adalah pentingnya integrasi Sistem Informasi Desa (SID). Dengan sistem yang terhubung, data dari tingkat pekon dapat langsung diakses dan diolah oleh pemerintah kabupaten. Hal ini diharapkan dapat:
-
Menghilangkan Duplikasi Data: Memastikan informasi penduduk dan pembangunan tetap konsisten.
-
Mempercepat Pelayanan Publik: Administrasi desa menjadi lebih efisien dengan sistem digital.
-
Mendukung Pengambilan Kebijakan: Data yang akurat memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan atau merencanakan pembangunan.
Mewujudkan "Satu Data Pringsewu"
Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan bahwa operator desa adalah ujung tombak dari visi Satu Data Kabupaten Pringsewu. Melalui program Smart Village, setiap pekon diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mampu mengelola informasi secara mandiri dan profesional.
"Integritas data dimulai dari tingkat pekon. Jika data di tingkat bawah sudah valid dan terintegrasi, maka perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten akan jauh lebih tepat sasaran," ujar salah satu pemateri di depan para peserta.
Terlihat dalam ruangan, para peserta yang terdiri dari operator perwakilan pekon menyimak dengan seksama materi yang disampaikan melalui layar proyektor. Diskusi interaktif juga mewarnai jalannya pelatihan, menunjukkan semangat para aparatur pekon untuk membawa desa mereka menuju era digital yang lebih maju.
Dengan adanya pelatihan ini, Kabupaten Pringsewu optimis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.